Jumat, 29 Desember 2017

AWAL Kisah Langenastro

Langenastro

Kegiatan Latihan Rutin Warga Langenastran di Lap. Langenarjan
Paseduluran Jemparingan Langenastro terbentuk dari kesamaan kesenangan (jw: klangenan) beberapa warga Langenastran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton terhadap kegiatan jemparingan tradisional bandulan.

Awalnya beberapa warga memanfaatkan lapangan (lahan kosong) yang ada di Jl. Langenarjan dan secara swadaya menyiapkan peralatan berupa : gendewo (busur), beberapa jemparing (anak panah), bandul (target, sasaran) dan geber (tirai) penahan laju jemparing untuk memulai kegiatan jemparingan tradisional bandulan.

Lahan kosong yang terletak di Jl. Langenarjan adalah lokasi pertama Paseduluran Jemparingan Langenastro memulai kegiatannya.
Fasilitas swadaya masyarakat warga Langenastran yang digunakan untuk berlatih
Hari Minggu, 18 Maret 2012 atau bertepatan dengan kalendar Jawa Minggu Legi, 24 Bakdamulud 1945 Wawu – latihan jemparingan tradisional bandulan digelar untuk pertama kalinya di lapangan Langenarjan ini.

Dengan berkembangnya komunitas baik dari sisi anggota maupun kebutuhan-kebutuhan penyelenggaraan latihan rutin, warga merasa perlu untuk membentuk satu wadah yang dapat mengakomodasi semua kebutuhan pengembangan ini dengan membentuk organisasi berbasis komunitas yang diberi nama Paseduluran Jemparingan Langenastro.

Pada awal Mei 2012 – Paseduluran Jemparingan Mataram Jawi Langenastro melakukan beberapa kali pertemuan dengan Bp. Kresna Irianto (yang saat itu menjabat sebagai Lurah Panembahan) dan KRT Maryoso Warsito (sebagai sesepuh Jemparingan), serta menghadap dan melakukan audiensi kepada Walikota Yogyakarta (Bp. Haryadi Suyuti).


Dalam kesempatan audiensi bersama Walikota Yogyakarta, Paseduluran Jemparingan Mataram Jawi Langenastro mengajukan permohonan kesediaan Walikota untuk menjadi Pelindung dalam struktur kepengurusan organisasi Paseduluran Jemparingan Langenastro.

Dalam usia yang relatif masih sangat muda untuk sebuah organisasi, Paseduluran Jemparingan Langenastro telah menorehkan beberapa prestasi melalui pemanah-pemanahnya dalam beberapa gladhen yang diselenggarakan, melahirkan atlit-atlit pemanah yang mewakili Kotamadya Yogyakarta serta penyelenggaraan event gladhen besar.
Pertumbuhan organisasi dan legalitas struktur organisasi ini semakin memantapkan langkah Paseduluran Jemparingan Langenastro untuk lebih mengembangkan diri dan merasa perlu menuangkan legalitas eksistensi organisasi ke dalam sebuah akte resmi. Pada tanggal 9 September 2013 – akte pendirian organisasi no. 13 telah resmi dikeluarkan oleh Notaris Hj. Pujiastuti.


Maret 18, 2012
by Hafiz Priyotomo

Sumber :
https://langenastro.wordpress.com/2012/03/18/paseduluran-langenastro-latar-belakang-sejarah/